Syarif Miftahudin's Blog: Agama Islam
Showing posts with label Agama Islam. Show all posts
Showing posts with label Agama Islam. Show all posts

Saturday, November 2, 2019

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
5:43:00 PM0 Comments
Assalamu'alaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim.


Disini ada 2 poin utama yang mau aku sampein,
ini yang pertama,



"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."
(QS. Al-Baqarah : 186)


Jelas yaa, ga perlu diinterpretasiin

Kalo mau lebih tau, silakan baca tafsirnya, cari di google aja banyak, gausah manja, hm tuman. ehe




Nah ini yang kedua, masih berhubungan nih, karna ini juga salah satu perintah Allah swt.






Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا” وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.”   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 135, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800): [Bukhari: Kitab Al Adab, 24-Bab Fadhlu Man Ya’ulu Yatiman]

Bahagiakanlah anak yatim setiap saat, tidak perlu mengkhususkan waktu tertentu. Senangkan dan hilangkan kesusahan mereka agar mendapat keutamaan dekat dengan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga kelak.

Lalu gimana caranya?

Nih saya kasih satu cara sederhana, sedekahkan sebagaian harta kalian di panti asuhan anak yatim di sekitar anda, silakan cari info dimana panti asuhan terdekat.
Ga tau info? buka google maps, ketik panti asuhan yatim, muncul dah tuh banyak, jangan alesan, tuman.
Sila kunjungi sekalian silaturahim, kalo mau boleh sekalian peluk manja adek-adeknya, wk.


ps. untuk info lebih lengkap, ke sumber

Sumber:
1. Pesan broadcast YAI Yogyakarta
2. https://rumaysho.com/3754-lebaran-anak-yatim-pada-hari-asyura-adakah-tuntunan.html


Sorry berantakan, ygpenting lu nangkep poinnya kan?wkwk oke
Reading Time:

Thursday, October 10, 2019

Pergi Menuju Surga dengan Berombong-Rombongan
5:02:00 PM0 Comments
Assalamualaikum wr wb..

Tetap semangat menebar kebaikan...


 وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿٧٣ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤


“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb-nya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.”; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Az-Zumar: 73-74)


Subhanallah...
Sahabat Surga,
disini sangat jelas bahwa Allah mewajibkan kita memasuki Surga-Nya dengan berombongan, maka saling berpesan atau mengingatkan dalam kebaikan itu wajib..

Kenapa kita harus berombongan/ bersama???
Berikut jawabannya:

Kenapa hujan itu menyenangkan?
Karena turunnya rame-rame/berombongan..
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes. Lantas satu tetes lagi dan seterus nya, ya kan?

Kenapa nasi itu mengenyangkan??
Karena disajikan rame-rame/berombongan juga.
Pasti kita bengong kalau hanya satu butir saja disajikan diatas piring. Dan kita pasti bertanya mau makan apa?

Tahu ngak gigi itu berguna karena rame-rame/ berbaris rapi.
Tapi kalau tdk berbaris rapi, pasti ompong namanya kalau cuma ada satu gigi.
Dan tidak bisa buat mengunyah, ya kan ? Dan hanya bisa dipakai buat tersenyum dan org akan aneh melihatnya

Nah, maka itu, didunia ini sesuatu yang positif selalu spesial apabila dilakukan rame-rame...
Contoh :
Gotong royong,bekerja rame-rame kan lebih cepat selesai dan tidak terlalu capek.

Belajar rame2/belajar berombongan itu lebih banyak yang dipelajari dan juga tidak mudah jenuh.

Inilah kenapa yang saling menasehati & mengingatkan,pastinya lebih berkah kehidupan kita.

Kesimpulan Jika kita berada dalam pertemanan, maka itu lebih baik saling mengingatkan dalam kebaikan.



Reading Time:

Sunday, September 22, 2019

Do'a Hari Ini
3:58:00 PM0 Comments
Assalamu'alaikum wr. wb.

Bismillahirrohmanirrohiim..


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku.

Ya Allah, tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku. Ya Allah, jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagungan-Mu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku.”

(HR Abu Dawud dari Ibnu Umar, disahihkan oleh Syaikh al-Albany).

Reading Time:

Monday, August 19, 2019

Orang Paling Kaya
5:32:00 PM0 Comments
Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaikum wr.wb.


"Shalat, puasa, dan dzikir, adalah ibadah yang  baik, tapi  semata mata hanya baik untuk dirimu sendiri...."

"Ibadah yang sangat AKU senangi adalah sedekah, infaq dan zakat, serta PERBUATAN BAIKMU,... karena disaat orang yang kamu beri bantuan merasa bahagia, AKU ada disampingnya,"
Reading Time:

Sunday, February 24, 2019

"Kekuatan Positive Thinking", Benar adanya kah?
8:33:00 PM0 Comments
Assalamualaikum wr wb...


💖💐💐 APA YANG DIFIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI 💐💐💖




Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw. 
Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses. 

Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.

Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat. 

Inilah The Law of Attraction,
Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatullah  yang berlaku di alam semesta. 

You are what you think
Anda adalah apa yang Anda pikirkan. 

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita. 

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.

Tugas kita hanya 2, yaitu : Berusaha optimal dan berdoa
Sedangkan selanjutnya kita serahkan kepada  ALLAH SWT.

Nabi SAW bersabda :
"Ketika seorang hamba berkata Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu".
(HR. Ahmad)

Orang yang sibuk berbuat kebaikan akan lupa utk berbuat kejahatan..Yuk menebar kebaikan bersama..






Keyword
Kajian harian
lmu akhirat
Bekal hidup
Motivasi hari ini
Update keimanan
Materi kultum
Reading Time:

Thursday, February 7, 2019

Bersedekah Untuk Orang Tua yang Telah Wafat
10:57:00 AM0 Comments
Bismillahirohmanirohim

Assalamu'alaikum wr.wb.

Islam sangat menjunjung tinggi dan memerintahkan setiap manusia untuk menghormati kedua orang tuanya baik saat masih hidup maupun sudah meninggal. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberikan menghormati dan memuliakan orang tua yang sudah meninggal.

Salah satunya yaitu menunaikan sedekah atas nama orang tua. 


Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, berkata: “Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya ibuku wafat secara mendadak, aku kira dia punya wasiat untuk sedekah, lalu apakah ada pahala baginya jika aku bersedekah untuknya?” Beliau menjawab : “Na’am (ya) sedekahlah untuknya!” (HR. Bukhori) 

Untuk itu, lakukanlah selalu amal kebaikan, sebab itu akan sampai dan menjadi penolong bagi orang tuamu yang sudah meninggal.



Keyword
Kajian harian
lmu akhirat
Bekal hidup
Motivasi hari ini
Update keimanan
Materi kultum
Ilmu gaji zakat sedekah
Reading Time:

Monday, February 4, 2019

Rencanakan Gajimu Bulan Ini
12:07:00 PM0 Comments
Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kebaikan yang kau perbuat akan kembali kepadamu. Bahkan kebaikan yang ditanam akan berbuah kebaikan pula untukmu. 
Bahkan, dahsyatnya perbuatan baik yaitu Allah janjikan keberkahan yang begitu luar biasa.


"Sesungguhnya Allah, malaikat,serta seluruh penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang ada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat untuk orang-orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia." (H.R. Tirmidzi)  



Keyword
Kajian harian
lmu akhirat
Bekal hidup
Motivasi hari ini
Update keimanan
Materi kultum
Ilmu gaji zakat sedekah

Reading Time:

Tuesday, August 29, 2017

4 Tips Lancar Rejeki
8:19:00 AM0 Comments


*4 TIPS LANCAR REJEKI* 

 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

وأربعة تجلب الرزق:  قيام الليل ,وكثرة الإستغفار بالأسحار , وتعاهد الصدقة , والذكر أول النهار وآخره.

Ada 4 hal yang bisa mendatangkan rejeki :

1⃣ Qiyamullail (shalat malam)
2⃣ Memperbanyak istighfar di waktu sahur.
3⃣ Membiasakan sedekah
4⃣ Berdzikir di awal pagi dan sore hari.


______________________

Reading Time:

Sunday, August 20, 2017

Cara Menghitung Zakat Emas, Perak & Uang
10:12:00 PM1 Comments
📜 *CARA MENGHITUNG ZAKAT EMAS, PERAK & UANG*

➡ *Pertama: Kewajiban dan Keutamaan Zakat*

Allah ta’ala berfirman,
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [At-Taubah: 103]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
“Bahwa Allah mewajibkan zakat atas kaum muslimin pada harta-harta mereka, diambil dari orang-orang kaya mereka dan diserahkan kepada orang-orang fakir mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma]

Dalam hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,
يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
“Wahai anak Adam bersedekahlah, niscaya Aku akan bersedekah kepadamu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]


➡ *Kedua: Ancaman untuk Orang yang Tidak Berzakat*

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ – يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ – ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ، ثُمَّ تَلاَ: (لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ) ” الآيَةَ
“Barangsiapa yang Allah berikan harta namun ia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan dirubah wujud menjadi ular botak yang mempunyai dua titik hitam di kepalanya, yang akan mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya seraya berkata: ‘Aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu’. Kemudian beliau membaca ayat,

وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Janganlah sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat.” (Ali Imron: 180) [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu]


➡ *Ketiga: Kewajiban Zakat Emas, Perak dan Uang*

Allah ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu.” [At-Taubah: 34-35]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ، لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ، فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ، فَيَرَى سَبِيلَهُ، إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ
“Tidaklah seorang pemilik emas dan tidak pula perak yang tidak menunaikan haknya, kecuali apabila datang hari kiamat akan dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari api neraka, lalu batu-batu itu dipanaskan di neraka jahannam, lalu disetrika perut, dahi dan punggungnya, setiap kali sudah dingin akan dikembalikan seperti semula, dalam satu hari yang ukurannya sama dengan 50.000 tahun, sampai diputuskan perkaranya di antara manusia, lalu ia melihat jalannya, apakah ke surga atau ke neraka.” [HR. Muslim Abu Hurairah radiyallahu’anhu]

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,
وفي حكم الذهب والفضة الأوراق النقدية التي يتعامل بها الناس اليوم، سواء سميت: درهما أو دينارا أو دولارا، أو غير ذلك من الأسماء، إذا بلغت قيمتها نصاب الفضة أو الذهب وحال عليها الحول وجبت فيها الزكاة
“Demikian pula uang kertas yang hari ini digunakan manusia, hukumnya sama dengan emas dan perak, baik disebut dirham, dinar, dolar atau selain itu, apabila nilainya telah mencapai seperti nishob perak atau emas dan telah lewat satu tahun kepemilikannya, maka wajib dikeluarkan zakatnya.” [Majmu’ Fatawa Ibni Baz, 14/333]


➡ *Keempat: Syarat Wajibnya Zakat Emas, Perak dan Uang*

*Syarat Pertama: Mencapai nishob*, yaitu jumlah minimal harta seseorang yang mewajibkannya untuk mengeluarkan zakat, apabila hartanya tidak mencapai nishob maka tidak wajib zakat, namun dianjurkan bersedekah sunnah.

*Syarat Kedua: Haul*, yaitu telah dimiliki selama setahun, dan selama setahun tersebut tidak pernah berkurang dari nishob.

Maka apabila terpenuhi dua syarat ini, wajib dikeluarkan zakatnya, sama saja apakah harta yang dimiliki tersebut berada di rekening bank atau di tangan, apakah didapatkan dari gaji, warisan, hadiah atau pinjaman (hendaklah semuanya digabungkan dalam penghitungan nishob zakat), apakah dipersiapkan untuk bayar hutang, menikah, membeli sesuatu atau untuk apa saja.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ، وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ، فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ، وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ – يَعْنِي – فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا، فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا، وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ، فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ، فَمَا زَادَ، فَبِحِسَابِ ذَلِكَ
“Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah lewat satu tahun, maka padanya wajib zakat sebanyak 5 dirham. Dan tidak ada kewajiban atasmu pada emas sampai engkau memiliki 20 dinar, maka apabila engkau memiliki 20 dinar dan telah lewat satu tahun, padanya wajib zakat setengah dinar, apabila bertambah maka dihitung seperti itu.” [HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, Shahih Abi Daud: 1405]


➡ *Kelima: Nishob Zakat Emas, Perak dan Uang*[1]

✅ Nishob emas adalah 20 mitsqol atau senilai 85 gram.
✅ Nishob perak adalah 200 dirham atau senilai 595 gram.
✅ Nishob uang mengikuti mana yang paling rendah antara emas dan perak apabila diuangkan, karena itu lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang berhak menerima zakat.

Maka apabila seseorang memiliki harta sejumlah nishob dan selama setahun tidak pernah berkurang, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 1/40 atau 2,5 %.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
وَلَا فِي أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالًا مِنَ الذَّهَبِ شَيْءٌ , وَلَا فِي أَقَلَّ مِنْ مِائَتَيْ دِرْهَمٍ شَيْءٌ
“Tidak ada kewajiban zakat sedikit pun pada emas yang kurang dari 20 mitsqol dan tidak pula perak yang kurang dari 200 dirham.” [HR. Ad-Daruquthni dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Al-Irwa’: 815]

✅ *Hukum Menggabungkan Penghitungan Nishob Emas, Perak, Uang dan Barang Dagangan:*

Apabila seseorang memiliki emas, perak, uang dan barang-barang dagangan yang belum mencapai nishob apabila dihitung satu per satu, maka hendaklah digabungkan penghitungannya, karena barang-barang ini memiliki kesamaan dari segi nilainya yang berharga dan kebolehan dikeluarkan dalam bentuk uang sesuai dengan nilainya. Maka apabila mencapai nishob setelah digabungkan dan telah dimiliki setahun maka wajib dikeluarkan zakatnya. Ini adalah pendapat jumhur ulama dan dikuatkan oleh Al-Lajnah Ad-Daimah.[2]


➡ *Keenam: Cara Menghitung Zakat Uang*

✅ Misalkan harga emas Rp. 500.000 / gram dan nishob emas adalah 85 gram, maka nishob uang adalah Rp. 500.000 x 85 = Rp. 42.500.000.

✅ Dan misalkan harga perak Rp. 5.000 / gram dan nishob perak adalah 595 gram, maka nishob uang adalah Rp. 5.000 x 595 = Rp. 2.975.000.

Karena nishob perak lebih rendah maka nishob uang mengikuti nishob perak, sehingga apabila seseorang memiliki uang sebanyak Rp. 2.975.000, maka ia telah memenuhi syarat wajib zakat yang pertama, yaitu mencapai nishob.

Kemudian syarat yang kedua adalah telah dimiliki selama satu tahun, misalkan seseorang memiliki uang di bulan Sya’ban tahun 1436 H sebanyak Rp. 2.975.000, sampai bulan Sya’ban tahun 1437 H uangnya tidak pernah berkurang dari jumlah tersebut, maka saat itulah wajib baginya untuk segera mengeluarkan zakatnya.
Dan tidak boleh ditunda zakatnya sampai Ramadhan dengan alasan di bulan Ramadhan lebih utama, yang benar adalah lebih utama dikeluarkan di tanggal dan bulan ketika sudah mencapai satu tahun, karena saat itulah yang diwajibkan, dan zakat maal tidak ada kaitannya dengan Ramadhan, berbeda dengan zakat fitri. Barangsiapa menunda pengeluaran zakat maal padahal sudah mencapai nishob dan haul, maka ia berdosa, wajib bertaubat kepada Allah dan segera mengeluarkan zakatnya.[3]

Tetapi andaikan sampai bulan Sya’ban tahun berikutnya hartanya berkurang menjadi Rp. 2.000.000, kerena membeli satu keperluan atau kebutuhan, maka tidak wajib baginya untuk mengeluarkan zakat. Kecuali apabila sebelum sampai setahun kemudian ia sengaja membelanjakan hartanya untuk lari dari kewajiban zakat maka tetap wajib baginya untuk berzakat.

✅ Bagaimana apabila hartanya bertambah? Misalkan sampai di bulan Sya’ban tahun 1437 H hartanya menjadi Rp. 10.000.000, karena ada pertambahan di pertengahan tahun, maka hendaklah dihitung dari total hartanya.[4]

Jadi, Rp. 10.000.000 x 2,5 % = Rp. 250.000.
Maka Rp. 250.000, itulah zakat yang harus dikeluarkan.

Dan apabila di tahun depan, yaitu di bulan Sya’ban 1438 H hartanya tidak pernah berkurang dari nishob, walau berkurang dari jumlah tahun sebelumnya, maka wajib atasnya mengeluarkan zakat lagi.
Misalkan di tahun depannya lagi hartanya menjadi Rp. 5.000.000, sedang nishob masih tetap Rp. 2.975.000, maka wajib atasnya zakat sebesar 1/40 atau 2,5 %, yaitu Rp. 125.000.

Apabila hartanya bertambah sehingga menjadi Rp. 20.000.000, maka zakatnya menjadi Rp. 500.000.
Dan apabila di tahun-tahun sebelumnya belum mengeluarkan zakat maka hendaklah diperkirakan berapa harta yang ia miliki di setiap tahun-tahun tersebut dan masing-masing dikeluarkan zakatnya.


➡ *Ketujuh: Apakah Zakat Emas dan Perak Bisa Diuangkan?*

لا حرج في إخراج زكاة الذهب والفضة عملة ورقية بما تساوي وقت تمام الحول؛ لاشتراكها جميعا في الثمنية
“Tidak apa-apa mengeluarkan zakat emas dan perak dengan uang kertas yang senilai pada waktu sempurnanya haul (mencapai setahun), karena emas, perak dan uang memiliki kesamaan dalam nilai.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/259-260 no. 9564]


➡ *Kedelapan: Adakah Zakat Profesi?*

Zakat profesi tidak ada dalam syari’at, maka termasuk kategori mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat radhiyallahu’anhum, padahal mereka juga memiliki profesi-profesi yang berbeda-beda di masa itu.

Akan tetapi apabila seseorang menerima gaji berupa uang dari profesi apa pun, hendaklah digabungkan dengan uangnya yang lain, apakah dari hasil warisan atau hadiah. Kemudian apabila mencapai nishob dan telah dimiliki setahun maka wajib dikeluarkan sebanyak 1/40 atau 2,5 %.[5]

Adapun memotong gaji karyawan tiap bulan untuk zakat padahal tidak mencapai nishob maka ini termasuk kezaliman, dan hukum asal harta seorang muslim itu haram, kecuali atas dasar keridhoaan. Sedang pengkiasan zakat profesi dengan zakat pertanian adalah qiyas ma’al faariq.


➡ *Kesembilan: Apakah Pembayaran Pajak Bisa Dianggap Zakat?*

لا يجوز أن تحتسب الضرائب التي يدفعها أصحاب الأموال على أموالهم من زكاة ما تجب فيه الزكاة منها، بل يجب أن يخرج الزكاة المفروضة ويصرفها في مصارفها الشرعية
“Tidak boleh menganggap pajak yang dibayarkan oleh para pemilik harta untuk pajak harta mereka sebagai zakat yang diwajibkan padanya, tetapi wajib mengeluarkan zakat yang diwajibkan, kepada orang-orang yang berhak menerima zakat menurut syari’at.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/285 no. 6573]


➡ *Kesepuluh: Adakah Zakat Pada Tanah, Rumah dan Mobil?*

Andai seseorang menyimpan hartanya dalam bentuk tanah, rumah dan mobil maka tidak ada kewajiban zakat atasnya, kecuali apabila diniatkan untuk dijual maka padanya ada kewajiban zakat perdagangan.
Apabila nilai seluruh harta yang dipersiapkan untuk dijual sudah mencapai nishob, yaitu nishob emas atau perak, dan telah dimiliki selama satu tahun maka wajib atasnya zakat sebesar 1/40 atau 2,5 % dan boleh diuangkan dengan jumlah yang senilai.[6]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
————————


[1] Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/254 no. 1881, Asy-Syarhul Mumti’, 6/97-98, Taudhihul Ahkam, 3/319 dan Al-Adilatur Rhodiyyah, hal. 123.
[2] Lihat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 23/267 dan Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/324 no. 17943.
[3] Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/325 no. 18316.
[4] Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/280 no. 282.
[5] Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/280 no. 1360.
[6] Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/196 no. 12563.


💾 Sumber:


════ ❁✿❁ ════


➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama *Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam* ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
📒 #Majelis_Ramadhan
Reading Time:

Thursday, August 10, 2017

MAKNA, HUKUM, HIKMAH DAN KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN
10:27:00 PM0 Comments
Bismillahirrohmaanirrohiim..



✅ *Pertama: Makna Puasa*

Puasa (الصوم) maknanya secara bahasa adalah menahan (الإمساك).[1]
Adapun maknanya secara istilah adalah,
هو التعبد لله تعالى بالإمساك بنية: عن الأكل، والشرب، وسائر المفطرات، من طلوع الفجر الثاني إلى غروب الشمس، من شخص مخصوص، بشروط مخصوصة
“Ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal
 puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 8]


➡ *Penjelasan Ringkas Makna Puasa*

1) Puasa adalah ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, yaitu niat karena Allah ta’ala dan niat jenis puasanya, apakah wajib, sunnah, dan lain-lain.

2) Menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, yaitu tidak melakukan pembatal-pembatal puasa tersebut, sebagaimana akan datang rinciannya insya Allah.

3) Sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yaitu sejak masuk waktu sholat Shubuh sampai masuk waktu sholat Maghrib.

4) Yang dilakukan oleh orang yang tertentu, yaitu muslim, baligh, berakal, mampu, muqim dan tidak memiliki penghalang-penghalang, sebagaimana akan datang penjelasannya lebih detail insya Allah.

5) Syarat-syarat yang tertentu, yaitu syarat-syarat puasa menurut syari’at yang insya Allah akan datang pembahasannya lebih terperinci.



✅ *Kedua: Hukum Puasa Ramadhan*

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan hukumnya wajib berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ (kesepakatan seluruh ulama).[2] Allah ta’ala berfirman,

يأَيُّهَا الَّذِينَءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [Al-Baqoroh: 183]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ
“Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, dan lafaz ini milik Muslim]

Adapun ijma’, maka para ulama kaum muslimin seluruhnya telah sepakat atas wajibnya puasa Ramadhan, juga sepakat atas kafirnya orang yang mengingkari atau menentang kewajibannya, kecuali orang yang baru masuk Islam, maka ketika itu hendaklah ia diajari, apabila ia terus mengingkari atau menentang maka ia kafir dan wajib dihukum mati oleh pemerintah sebagai orang yang murtad, karena ia menolak satu kewajiban yang ditetapkan dengan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’, yang termasuk kategori ma’lum min-addin bid-daruroh (sesuatu yang diketahui sebagai bagian dari agama secara pasti).[3]



➡ *Sekilas Sejarah Tahapan Diwajibkannya Puasa*
Puasa disyari’atkan pada tahun ke-2 Hijriyah, dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadhan, adapun tahapan diwajibkannya:

1) Diwajibkan pertama kali dalam bentuk boleh memilih, apakah berpuasa atau memberi makan setiap satu hari satu orang miskin, dan disertai motivasi untuk berpuasa.

2) Diwajibkan berpuasa, dengan aturan bahwa apabila orang yang berpuasa tertidur sebelum berbuka maka haram atasnya berbuka sampai malam berikutnya.

3) Diwajibkan berpuasa, dimulai sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, inilah yang berlaku sampai hari kiamat.

Diantara hikmah pentahapan kewajibannya yang dimulai dari kebolehan memilih apakah mau berpuasa atau memberi makan setiap satu hari satu orang miskin adalah agar syari’at puasa lebih mudah diterima oleh jiwa manusia, maka pada akhirnya puasa diwajibkan, dan bagi yang tidak mampu boleh menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan setiap satu hari yang ditinggalkan kepada satu orang miskin.[4] Insya Allah akan datang pembahasan tentang fidyah lebih detail.



✅ *Ketiga: Hikmah Puasa*

Diantara hikmah dan manfaat ibadah puasa adalah:[5]

1) Puasa adalah sarana menggapai ketakwaan.
2) Puasa adalah sarana mensyukuri nikmat.
3) Puasa melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati dan mengendalikan syahwat.
4) Puasa memfokuskan hati untuk berdzikir dan berfikir tentang keagungan dan kebesaran Allah.
5) Puasa menjadikan orang yang kaya semakin memahami besarnya nikmat Allah kepadanya.
6) Puasa memunculkan sifat kasih sayang dan lemah lembut terhadap orang-orang miskin.
7) Puasa menyempitkan jalan peredaran setan dalam darah manusia.
8) Puasa melatih kesabaran dan meraih pahala kesabaran tersebut, karena dalam puasa terdapat tiga macam kesabaran sekaligus, yaitu sabar menghadapi kesulitan, sabar dalam menjalankan perintah Allah dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya.
9) Puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan.
10) Hikmah puasa terbesar adalah penghambaan kepada Allah tabaraka wa ta’ala dan peneladanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.



✅ *Keempat: Keutamaan Puasa*

Diantara keutamaan ibadah puasa adalah:

1) Puasa adalah jalan meraih ketakwaan.
2) Puasa adalah sebab dosa-dosa diampuni, apabila dikerjakan berdasar iman, ikhlas serta meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan menjauhi serta bertaubat dari dosa-dosa besar.
3) Pahala puasa melimpah ruah, apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.
4) Puasa adalah perisai dari perbuatan yang haram.
5) Puasa adalah perisai dari api neraka.
6) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi.
7) Meraih dua kebahagiaan dengan puasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah tabaraka wa ta’ala.
8) Masuk surga dari pintu khusus yang bernama Ar-Royyan.
9) Berpuasa dan membaca Al-Qur’an adalah dua amalan yang akan memberi syafa’at bagi pemiliknya di hari kiamat.
10) Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak.



✅ *Kelima: Dalil-dalil Keutamaan Puasa Ramadhan*

Allah ta’ala berfirman,

يأَيُّهَا الَّذِينَءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [Al-Baqoroh: 183]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat di malam lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَف الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, sebab orang yang berpuasa itu telah meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku’. Dan bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kasturi.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya.” [HR. Ahmad dari Jabir radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 4308]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah ia segera menikah, karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sungguh di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan, yang akan dimasuki di hari kiamat oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka. Dikatakan (pada hari kiamat): Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun bangkit (untuk masuk surga melalui pintu Ar-Royyan), tidak seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka, apabila mereka telah masuk pintu tersebut ditutup, maka tidak seorang pun yang bisa masuk darinya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Saa’idi radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Amalan puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan amalan membaca Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 1429]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: Doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” [HR. Al-Baihaqi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1797]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
—————————


[1] Lihat Lisaanul Arab, 12/350, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 6.
[2] Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 6/298.
[3] Lihat Al-Mughni, 4/324, Maraatibul Ijma’, 70, At-Tamhid, 2/148, Al-Ijma’ libni Abdil Barr, hal. 126 dan Al-Ijma’ libnil Mundzir, hal. 52, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 51.
[4] Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 6/298-299 dan Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 51-55.
[5] Diringkas secara makna disertai tambahan dari Kitab Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 27-30.


💻 Sumber:
════ ❁✿❁ ════


➡ *Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah* ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
📒 #Majelis_Ramadhan
📗 #Mutiara_Sunnah
Reading Time: