Syarif Miftahudin's Blog: Metodologi Penelitian
Showing posts with label Metodologi Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Metodologi Penelitian. Show all posts

Thursday, July 28, 2022

4 Komponen Metode Penelitian
7:01:00 AM0 Comments

 

Sebutkan dan jelaskan empat komponen metode penelitian !


  1. Empat komponen metode penelitian:

1.      Cara Ilmiah

Kegiatan penelitian didasarkan ciri-ciri keilmuan yang rasional, empiris dan sistematis. Rasional berarti dilakukan dengan cara yang masuk akal sehingga terjangkau penalaran manusia. Empiris berarti dapat diamati indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara yg digunakan. Sistematis berarti proses yang digunakan menggunakan langkah yang logis.

2.      Data

Data dalam penelitian harus memenuhi kriteria valid, reliabel dan objektif, Valid berarti menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Reliabel berarti menunjukkan derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu. Objektif berarti menunjukkan derajat persamaan persepsi berkenaan dengan kesepakatan antar banyak orang (interpersonal agreement). Data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif selanjutnya dapat dibedakan lagi menjadi diskrit atau nominal dan kontinum atau hasil pengukuran. Data ordinal, interval dan rasio merupakan jenis-jenis dari data kontinum atau hasil pengukuran.

3.      Tujuan

Penelitian bertujuan untuk menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ditemukan, membuktikan keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu, dan memperdalam serta memperluas pengetahuan yang sudah ada.

4.      Kegunaan

Penelitian berguna untuk memahami atau memperjelas suatu masalah / informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu. Dengan penelitian, peneliti dapat meminimalkan atau menghilangkan masalah dan mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

Reading Time:

Tuesday, July 26, 2022

Tiga Tahap Perkembangan Filsafat Penelitian dan Perbedaannya
7:00:00 AM0 Comments


Sebutkan dan jelaskan tiga tahap perkembangan filsafat penelitian dan perbedaan di antara  ke tiga tahap tersebut !


  1. Tiga tahap perkembangan filsafat penelitian:

1.      Prapositivisme

Filsafat ini berpandangan bahwa realitas itu berkembang secara alamiah. Peneliti mengamatinya sebagai pengamat yang pasif, yang berarti tidak melakukan manipulasi dengan sengaja pada lingkungan dan tidak melakukan eksperimen dengan lingkungan. Aliran ini menghasilkan penelitian deskriptif kualitatif.

2.      Positivisme

Filsafat ini berpandangan bahwa realitas itu teramati, bersifat tunggal, dapat diklasifikasikan, determinisme (dapat diketahui hubungan sebab akibatnya), bebas nilai, relatif tetap dan terukur. Aliran filsafat ini kemudian menimbulkan apa yang disebut sebagai metode ilmiah kuantitatif. Proses penelitian lebih bersifat deduktif.

3.      Postpositivisme

Post positivisme berpandangan bahwa realitas bersifat holistik (tidak dapat di pecah-pecah), dinamis (tidak tetap), kompleks, dan saling mempengaruhi (tidak tahu mana sebab dan akibat), penuh makna, terikat nilai. Aliran filsafat ini kemudian menimbulkan apa yang disebut dengan metode ilmiah kualitatif. Proses  penelitian lebih bersifat induktif.

 

Perbedaan diantara ketiga tahap tersebut:

       Menurut prapositivisme, realitas berkemban secara alamiah. Menurut positivisme realitas teramati, bersifat tunggal, dapat diklasifikasikan, determinisme (sebab akibat), bebas nilai, relatif tetap dan terukur. Sedangkan menurut postpositivisme realitas bersifat holistik (utuh), dinamis (tidak tetap), kompleks, saling mempengaruhi, penuh makna dan terikat nilai.

       Prapositivisme menghasilkan metode penelitian deskriptif kualitatif. Positivisme menghasilkan metode penelitian kuantitatif dan bersifat deduktif. Sedangkan postpositivisme menghasilkan metode penelitian kualitatif dan bersifat induktif.

       Peneliti pada prapositivisme bersifat pasif dan hanya menggambarkan apa yang diamatinya. Peneliti positivisme melakukan eksperimen dan mencari pengaruh. Sedangkan peneliti postpositivisme memahami makna realitas yang kompleks dan mengkonstruksi fenomena.

Reading Time:

Thursday, April 14, 2022

4 Jenis Probability Sampling yang Sering Dilakukan
1:52:00 PM0 Comments

 


1.      Simple random sampling

Pengacakan dilakukan secara sederhana, misalnya dengan nomor undian atau memilih secara acak subjek pada daftar tabel

2.      Systematic random sampling

Sampel pertama ditentukan secara acak kemudian sampel selanjutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu, misalnya setiap pasien ke-3 yang berobat ke RS Y diambil sebagai sampel.

3.      Stratified random sampling

Populasi dikelompokkan menjadi strata-strata, kemudian pengambilan sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling atau systematic random sampling.

4.      Cluster sampling

Populasi dibagi menjadi beberapa cluster atau kelompok, kemudian dipilih secara acak untuk diambil satu cluster. Individu yang berada di dalam satu cluster itulah yang terpilih sebagai sampel. Randomisasi dilakukan pada cluster bukan terhadap subjek secara individu.


Apabila anda menemukan ketidaksesuaian informasi dalam tulisan ini anda dapat menuliskannya pada kolom komentar untuk perbaikan kami. Terima kasih.

Reading Time:

Wednesday, April 13, 2022

4 Faktor yang Memengaruhi Perhitungan Besar Sampel!
1:50:00 PM0 Comments


1.      Derajat keseragaman dari populasi

Jika suatu populasi seragam atau homogen, maka jumlah sampel yang diperlukan sedikit. Karena dengan keseragaman tersebut, maka sebagian kecil dari populasi sudah cukup representatif untuk diteliti. Sebaliknya jika populasinya heterogen, maka diperlukan jumlah sampel yang banyak.

2.      Effect size atau presisi yang dikehendaki dalam penelitian.

Semakin kecil efek yang ditimbulkan dari suatu intervensi maka semakin tinggi tingkat presisi dalam pengukurannya, sehingga dibutuhkan jumlah sampel yang semakin besar untuk membuktikan efek yang kecil tersebut.

3.      Tingkat signifikansi atau α

Semakin kecil tingkat α yang dikehendaki, maka semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.

4.      Simpangan baku

Semakin besar simpangan baku, maka semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan


Apabila anda menemukan ketidaksesuaian informasi dalam tulisan ini anda dapat menuliskannya pada kolom komentar untuk perbaikan kami. Terima kasih.

Reading Time:

Tuesday, April 12, 2022

Kelebihan dan Kekurangan dari Desain Penelitian Cross-sectional, Case-control, dan Cohort
1:46:00 PM0 Comments



 1.      Cross-sectional

Kelebihan:

       Mudah dan murah

       Tidak memerlukan follow up

       Tidak memerlukan waktu lama

                        Kekurangan:

       Tidak mampu menunjukkan hubungan kausalitas, hanya hubungan asosiasi

       Tidak dapat dinilai apakah faktor confounding terdistribusi secara merata

       Tidak dapat menghitung angka insidensi

2.      Case-control

Kelebihan:

       Biasanya memerlukan subjek yang lebih sedikit daripada cross-sectional

       Dapat mempelajari berbagai paparan

       Sesuai untuk kasus yang sulit atau sedikit

       Waktu relatif lebih singkat

                        Kekurangan:

       Hanya mempelajari satu outcome

       Sulit menentukan kelompok kontrol

       Kemungkinan terjadi bias dari subjek maupun peneliti

3.      Cohort

Kelebihan:

       Mampu menunjukkan hubungan kausalitas

       Sesuai untuk paparan yang langka

       Tidak ada subjek yang dirugikan karena bersifat observasional

                        Kekurangan:

       Membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang besar

       Pelaksanaannya tidak praktis, karena membutuhkan follow up

       Kemungkinan subjek yang hilang atau lost to follow up


Apabila anda menemukan ketidaksesuaian informasi dalam tulisan ini anda dapat menuliskannya pada kolom komentar untuk perbaikan kami. Terima kasih.

Reading Time:

Monday, April 11, 2022

Contoh Implementasi Penelitian Observasional, Cross-sectional, Case-control, dan Cohort
1:41:00 PM0 Comments


Jika seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kanker paru, bagaimana desain penelitian observasional cross-sectional, case-control, dan cohort diimplementasikan dalam penelitian tersebut?




  • Jika menggunakan desain penelitian cross-sectional, maka pengambilan data dilakukan satu kali di waktu tertentu. Subjek penelitian kemudian dikelompokkan menjadi 4, yaitu: (1) merokok dan menderita kanker paru, (2) merokok dan tidak menderita kanker paru, (3) tidak merokok dan menderita kanker paru, dan (4) tidak merokok dan tidak menderita kanker paru. Kemudian dihitung risk rationya untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut.
  • Jika menggunakan desain penelitian case-control, maka ditentukan dahulu dua kelompok subjek yaitu yang menderita penyakit kanker paru (sebagai kelompok kasus) dan yang tidak menderita kanker paru (sebagai kelompok kontrol). Kemudian dari kedua kelompok tersebut diidentifikasi paparan faktor resikonya yaitu apakah subjek memiliki kebiasaan merokok atau tidak. Kemudian dihitung odds rationya.
  • Jika menggunakan desain penelitian cohort, maka ditentukan dahulu dua kelompok subjek yaitu yang memiliki faktor resiko dan subjek yang tidak memiliki faktor resiko, dalam hal ini faktor resikonya adalah kebiasaan merokok. Kemudian setiap kelompok diikuti / di follow up untuk diamati apakah terbentuk penyakit kanker paru di masa mendatang atau tidak.

Apabila anda menemukan ketidaksesuaian informasi dalam tulisan ini anda dapat menuliskannya pada kolom komentar untuk perbaikan kami. Terima kasih.
Reading Time: