Syarif Miftahudin's Blog: Kuliah
Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Tuesday, August 23, 2016

Masuk Kampus
11:03:00 PM0 Comments

Ijin share buat temen kalian. Bukan maksut buruk nih. Semangat aja lah..

Jurusan kuliah di Indonesia cuma ada dua, Teknik dan Kedokteran. Sedari mulai mengajar di bimbel yang numpang tempatnya di sekolah sewaktu kuliah, lanjut ngajar jadi honorer di sekolah swasta, terus megang kurikulum internasional Cambridge IGCSE & A Level, berlanjut ngajar online di zenius dan terakhir megang program alumni, semua murid menjawab sama untuk jurusan kuliah, Teknik dan Kedokteran.

Tidak ada yang salah dengan Teknik dan Kedokteran. Yang masalah adalah, jika kebanyakan orang tidak tahu apa yang akan dipelajari dan tantangan apa yang ada di dua jurusan tersebut. Ada yg masuk Teknik Kimia semata-mata karena suka sekali dengan Kimia. Tapi belakangan menyadari minatnya tersebut ada di jurusan, coba tebak, ya betul Kimia di MIPA. Kenapa memilih Teknik Kimia? Karena passing gradenya lebih tinggi dan lebih prestius.

Ada juga yang memilih kedokteran karena suka sekali dengan genetika molekular dan berniat melakukan riset di bidang genomik. Apa daya di kedokteran genetika diajarkan hanya beberapa SKS, dan jurusan yang kaya dengan pengalaman genetika adalah, coba tebak lagi..., ya betul Biologi di MIPA. Satu lagi, satu orang tertarik dengan kompleksitas ekomoni beserta filosofi free market atau sentralisasi. Pilihan kuliah? Akuntansi. Kenapa bukan Ekonomi murni? Tidak terlalu prestisius di kalangan bimbel dan sekolah dibanding Akuntansi.

Pola pikir bifurkasi minat ini membuat fenomena aneh di Indonesia. Jurusan pertanian yang bekerja di perbankan. Jurusan teknik mesin yang aktif berkarya di pengajar musik. Lulusan sastra Belanda yang berkarir di bidang HRD. Dan lulusan Biologi yang aktif di programming data sains serta bioinformatika (masih nyambung ko, masih ‪#‎MembelaDiri‬).

Kebanyakan, proses pemilihan jurusan didasarkan pada 3 hal:
  1. Gengsi dan prestisiusnya jurusan tersebut di mata teman-teman dan sekolah. Makin sulit masuk, makin tinggi gengsi yg didapat. Apalagi di umur di mana pengakuan dari lingkaran sosial sekitar sangat besar. Upaya dilakukan secara serius untuk melanjutkan pendidikan di jurusan tersebut.Masalah nanti belajarnya apa? Atau kiat suka atau tidak? Itu masalah lain.
  2. Pilihan Orang tua. Klise memang, walau semakin ke sini sudah banyak orang tua yang tidak memaksakan kehendak. Masalah timbul sebenarnya bukan karena orang tua, tapi karena kemandirian pengambilan keputusan oleh anak2 diragukan oleh orang tua. Rekam jejak anak2 yg labil membuat orang tua was-was, apakah jurusan yg diambil tidak berubah di tengah kuliah? Apakah nanti anaknya tidak kecewa gajinya berbeda dengan teman2nya yang kuliah di jurusan top? Apakah anak ku alien? Dan sebagainya.
  3. Asal bisa masuk kampus “itu”. Kata “itu” bisa diganti dengan UI, ITB, UGM, UNPAD, UNDIP atau United Nation sekaligus UN. “Yg penting Itebeh, ngeper kabeh deh”, “Akhirnya pake jaket kuning, kaya Golkar aja”, “Asik bisa kuliah di Bulaksumur, ga lagi gali sumur” dll. Jurusan yg dipilih yg gampang masuk karena passing gradenya rendah. Mau minat apa engga, ya ga tau. Yg penting bisa maen2 ke ade2 SMA sambil pake jaket almamater.

Tiga hal itu biasanya akan berujung pada:
  • Kesulitan sintas atau survive di tahun pertama kuliah, apalagi klo jurusan yg dimasukin diisi sama dosen-dosen bagus yg fokusnya riset. Mereka biasanya tidak peduli mahasiswa mengerti materi di kelas atau tidak. Sudah mahasiswa, harus bisa belajar sendiri dengan buku dan materi online learning dan perpustakaan sudah berlangganan jurnal. Ditambah teman-teman kuliah yg kelihatan ambisius, mau lulus 4 tahun, summa cum laude dan incer beasiswa sekaligus sampai program PhD. Bikin peer pressure tambah berat.
  • Kehilangan motivasi kuliah ke kampus. Biasanya karena keinginan yg menggebu-gebu akan pengakuan temen-temen, hilang di tahun pertama. Tiap teman tidak peduli kita kuliah di mana, mereka sendiri disibukkan dengan materi kuliah. Harihari penuh dengan baca jurnal, nulis laporan, ikut mata kuliah yg bobotnya 1 sks tapi praktikumnya ampe maghrib. Dateng kuliah cuma karena pengan gaul ama ttemen2 angkatan dan lulus mata kuliah sekedar dapet nilai lulus.
  • DO atau gagal di tahap akhir skripsi. Penelitian akhir itu mirip necessary evil, ada yg udah tau gimana lakukan riset karena sering ikut proyek dosen, tapi harus nulis skripsi. Ada juga yg emang kebiasaan tengok kiri kanan pas ujian dan ga mudeng apa-apa pas nyusun proposal penelitian. Semua itu diperparah klo emang ga suka jurusan yg kita ambil dari awal. Skripsi bersinonim dengan Sado masokis, nyakitin tapi pada lakuin. Klo ga kuat, dan emang ga suka pilihan jurusan, biasanya berakhir DO, atau pindah kampus dengan transfer SKS.

Solusi dari masalah-masalah di atas, ada pada tahap awal sebelum masuk kampus. Waktu belajar SMA yg padet dan ga membuka ruang eksplorasi biasanya membuat kita ga bisa berpikir luas. Informasi terbatas dari senior atau info “katanya”. Waktu dari selesai Ujian nasional sampe pemilihan jurusan mepet. Kita dipaksa untuk nentuin jurusan yang bisa jadi nentuin gimana kita 10 sampe 20 tahun kedepan dalam 2 bulan.

Yang ada di pikiran selama ini adalah gabungin pengalaman waktu backpacker keliliang ASEAN dan pengalaman interaksi sama anak2 SMA selama 10 tahun terakhir. Anak-anak SMA di luar punya kultur, berkeliaran dulu sebelum masuk College atau Universitas. Ada yg backpacking ke mana-mana, kerja sambilan, ikut misi kemanusiaan, belajar musik, belajar hal yg ga mereka bisa lakuin karena waktu SMA ga sempet. Ada juga yg banyakin bacaan dan nonton film yg banyak. Semua itu tradisi untuk istirahat berpikir jernih nentuin jalan ke depan.

Idenya adalah,,

“Bagaimana kalau anak2 yg baru lulus SMA diberi tantangan untuk membuat life project?”

Life project dimulai dari eksplorasi minat dengan banyak bacaan, film, diskusi dan debat serta kunjungan ke beberapa tempat. Tahap pertama ini bertujuan supaya mereka menemukan masalah di dunia atau sekitar mereka yg layak untuk dipecahkan. Masalah yg timbul bisa saja yang terkesan biasa atau bombastis sekaligus. Tidak ada batasan untuk kreativitas.

“Gw mau supaya kanker musnah”

“Gimana klo gw selesain masalah populasi dengan bikin koloni di Mars?

“Pengen bikin App yang selesain masalah macet di Jakarta”

Dari masalah yang ada, mereka dibimbing untuk melihat skills atau keahlian apa saja yang diperlukan? Dan jurusan atau universitas mana yang bisa memberikan keahlian tersebut? Berlanjut, mata pelajaran apa yang mendukung untuk meningkatkan pemahaman untuk masuk ke kampus tersebut. Mereka dibimbing untuk membuat alur perjalanan dan kerja, waktu, permasalahan dan alternatif layaknya yang dikerjakan oleh orang2 di Project Management.

Kalaupun di tengah jalan goal untuk proyek mereka sulit diraih. Mereka akan belajar bagaimana membuat alternatif atau jalan putar untuk mencapai ultimate goal. Di tengah perjalanan mencari obat kanker mereka bisa jadi akan belajar bagaimana sel mencapai status immortal. Atau dalam proses mencari solusi macet, mereka belajar bahwa Political Science tidak melulu politik yang ditayangkan di TV. Dan lagi diharapkan ga ada lagi kata-kata “Yang penting Elektro IteBeh”, Atau “Klo ga kedokteran UI ga mau!”. Belajar untuk mencari alternatif, bukan fokus pada label jurusan dan kampus, tapi apa yg mau dilakukan di sana.

Ditambah lagi, proses belajar untuk masuk kampus tidak lagi berorientasi cara-cara cepat, bocoran, trik-trik soal dan drilling soal tanpa makna. Tapi mendalami keahlian dan penguasaan bidang pelajaran yang nanti menjadi bekal di kampus. Masuk kampus dengan jurusan tertentu, bukan lagi menjadi tujuan utama, melainkan tahap pertama untuk menyelesaikan life project mereka.

Karena belajar adalah sepanjang waktu, bukan hanya di sekolah dan kampus.



Sumber : www.akademos.club

Reading Time:

Friday, March 11, 2016

Download Kumpulan Soal dan Pembahasan SBMPTN Tahun 2000 Sampai 2015
5:37:00 AM 3 Comments


Berikut saya sediakan kumpulan soal SBMPTN atau SNMPTN Ujian Tulis dari tahun 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, sampai 2015. Siapa tahu ada yang lagi butuh buat belajar, atau hanya sekedar ingin tau betapa susah nya soal sbmptn :v 


Download Link:



https://drive.google.com/file/d/0B5hKcMdVjc4CbHNUQWVGWXdjZ3c/view?usp=sharing

password : www.miftup.xyz
Mohon maaf kalo kurang lengkap, semoga bermanfaat.
Reading Time:

Thursday, March 3, 2016

Kuliah?
7:24:00 PM 2 Comments
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalamu'alaikum wr.wb.


Hari hari terus berganti, suara gerimis di malam hari menemani ku dalam belajar, suasana sunyi damai menghanyutkan tak terasa hampir tengah malam, beranjak langsung aku tidur. Bangun pagi pun masih ditemani gerimis pagi yang cantik.

Haha, ngga enak banget prolog nya :v ya, gue emang ga bakat dalam menulis, tapi gue lebih suka nulis daripada ngomong, gue emang terkenal pendiem, susah bicara kecuali kalo penting, bercanda pun gua paling keluar satu atau dua kalimat selesai. Nah makanya gue jadi suka nulis, di blog ini salah satu cara gue ngomong dalam bentuk tulisan. Karena setiap manusia punya kelemahan dan kelebihan masing-masing, Allah itu maha adil, men..

Sesuai judul post kali ini, aku bakal ngomong soal kuliah. Seminggu yang lalu sekolah gue lagi heboh PDSS buat SNMPTN, heboh men.. ya gimana ngga heboh, wong 2 hari sebelum tanggal terakhir pengisian PDSS nilai siswa semester 3-5 belum di input, dan parahnya lagi web SNMPTN ngga bisa dibuka karena server penuh, lha gimana mau ngapload nilai -_- belum lagi verifikasi nya pasti butuh waktu. Disikapi sekolah nyuruh pengurus kelas buat setor nilai yang sudah benar sesuai raport dalam bentuk file, jadi harapannya nanti kalo sudah bisa upload, yang diapload adalah nilai yang pasti benar, jadi siswa bisa langsung verifikasi, dan menghemat waktu. Sampe gue dan beberapa teman sekelas nglembur tuh input nilai raport yang benar ke dalam file sampe malem, dan nginep di rumah temen, ketua kelas aku aja sampe ngga tidur semaleman. Tapi nyatanya sampe hari terakhir pun website nya masih penuh, belum bisa diakses. Kalo kayak gini yang salah siapa? siswa bisa terancam ngga ikut snmptn dong kalo nilai yang terinput baru semester 1 dan 2 aja. Akhirnya panitia SNMPTN mengumumkan kalo pengisian PDSS dan verifikasi siswa di undur, alhamdulillah.. Setelah sekolah berhasil input semua nilai siswa, kita udah bisa verifikasi. Tapi kok ternyata nilainya masih ada yang salah, aku juga ngga tau, padahal file yang udah kita lembur kita serahkan ke petugas sekolah yang upload nilai. Kayaknya tuh yang di upload bukan nilai hasil lembur kita, tapi tetep dari nilai sekolah yang masih salah-salah, duh.. jadi percuma kita lembur ampe ngga tidur data nya nggak kepake. Tapi ngga papa, web nya udah lancar, kita bisa verifikasi nilai, udah dibenerin juga yang salah-salah.

Kalo menurut aku nih ya, persiapan buat PDSS itu harus udah mateng jauh-jauh hari, sekolah harus sigap menanggapi ini, jangan kurang seminggu baru mulai upload. Kalo menurut aku lagi nih, mengantisipasi hal-hal seperti server penuh dll. sebaiknya sebelum upload nilai, sekolah melakukan print out data niai yang akan di upload, lalu siswa mengecek satu-satu apakah nilainya sudah benar apa belum, jika salah kan bisa langsung diganti, jadi ini istilahnya verifikasi offline, lalu kalo data udah bener semua, baru data itu diupload ke web snmptn, jadi kemungkinan nilai salah itu kecil, walaupun manusia pasti sering melakukan kesalahan, tapi setidaknya sudah banyak yang benar, sehingga siswa bisa langung verifikasi online dan ini akan menghemat bandwitch website snmptn karena mengurangi akses.

Tanggal 29 kemarin adalah pengumuman siapa yang berhak ikut smptn, karena sekolah gue terakreditasi A maka akan ada 75% siswa yang dianggap berhak ikut SNMPTN 2016. Gue sih nggak terlalu berharap soalnya gue sadar nilai gue tuh nggak seberapa bagus dibandingkan temen-temen sekelas gue. Gue juga udah pasang perasaan sabar kalo emang gue dinyatakan nggak berhak ikut snmptn. Tapi ternyata Alhamdulillah gue berhak ikut snmptn, men.. haha ^_^ Yah walaupun peluang kecil sih bagi gue diterima di ptn lewat jalur snmptn, Gue cuma bisa berdoa tiap selesai sholat dan perbayak dzikir, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk hamba Mu yang lemah ini..

Trus gue milih prodi apa? gue ngga milih, men.. gue dipilihin alias disuruh orang tua ngambil jurusan itu. Karena gue mau milih sesuai keinginan gue ngga boleh sama orang tua, ya pasti banyak lah alasan dan pertimbangannya. Karena gue pingin jadi anak yang manut sama orang tua alias berbakti sama orang tua maka gue turutin saran orang tue gue, pasti berkah kok kalo diridhoi orang tua, aamiin.. Sebenarnya udah banyak sih pendapat gue yang ditolak dan tidak disetujui orang tua, contohnya waktu gue milih tempat les, karena gue orang pendiem dan susah cari temen baru maka gue pilih les di tempat yang sama dengan temen-temen sekelas gue, tapi orang tue gue nyuruh les di tempat lain, yah gue sih nurut aja, selagi itu ngga buat gue rugi dan banyak baiknya gue akan manut sama orang tua.


"Kuliah itu harus sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat kamu. Tapi inget, siapa yang biayain kuliah kamu, jadi tetep pertimbangkan saran orang tua mu."
Kalimat ini yang sering gue denger di mimpi gue, gue jadi semakin nurut sama orang tua. Banyak kok kasus anak nggak nurut orang tua, pinginnya kuliah jurusan x misalnya, tapi daftar sana-sini nggak ada yang diterima, ada juga yang udah kuliah sesuai keinginan tapi nggak direstui orang tua, akhirnya lulusnya lama, atau susah nyari kerja kalo udah lulus. Jadi, ridho orang tua itu penting men, kalo orang tua ridho inshaAllah Allah juga pasti akan ridho, tinggal kita ikhlas aja..

Balik lagi ke SNMPTN. buat temen-temen yang dinyatakan tidak berhak mengikuti snmptn jangan bersedih hati, jangan berkecil hati, snmptn bukan segalanya, lagian yang berhak ikut juga belum tentu ketrima kan.. jadi jangan patah semangat, masih ada jalur lain buat kuliah di perguruan tinggi negeri, ada SBMPTN juga, gue juga lagi nyiapin belajar buat SBMPTN antisipasi kalo snmptn nggak lolos. Buat yang dinyatakan berhak mengikuti SNMPTN juga jangan besar kepala, ngga usah sombong, manfaatkan kesempatan yang ada, selalu berdoa aja.

Udah ah gitu aja yang bisa gue omongin semoga bermanfaat, tetap semangat menjalani kehidupan, dan semoga diberi kemudahan jalan dalam menuntut ilmu, karena dalam islam menuntut ilmu wajib hukumnya untuk laki-laki maupun perempuan..

Alhamdulillaahirobbil'aalamiin..
Wassalamu'alaikum wr.wb.




Keyword:
PDSS pendaftaran SNMPTN 2016 SBMPTN cara daftar cara isi data cara upload foto close up minimal 400x600 pixel pakaian rapi sopan tips trik memilih jurusan penempatan pilihan prioritas 1 dan 2 snmptn pengumuman snmptn daya tampung panduan pengisian data diri cara upload portofolio pendidikan olah raga seni musik seni rupa unggah prestasi scan piagam penghargaan cara
Reading Time: