Jelaskan apakah satu mikrofilaria yang masuk ke tubuh
manusia melalui gigitan nyamuk dapat menyebabkan filariasis?
Satu mikrofilaria yang masuk ke
tubuh manusia melalui gigitan nyamuk belum dapat menyebabkan terjadinya
penyakit filariasis. Karena siklus hidup dari mikrofilaria membutuhkan waktu yang sangat lama untuk berkembang
menjadi cacing dewasa, sehingga jika hanya satu mikrofilaria yang memasuki
tubuh manusia akan sangat mudah
bagi sistem imun tubuh manusia untuk membunuh mikrofilaria
tersebut. Mikrofilaria hanya dapat menyebabkan pembengkakan dan filariasis
pada manusia melalui gigitan nyamuk berkali-kali.
Jelaskan peranan bioekologi dari vektor dan patogen
dalam penularan penyakit tular vektor (dalam sebuah contoh kasus)
!
- Peranan bioekologi dari vektor
dan patogen dapat dicontohkan pada kasus penularan penyakit malaria.
Penularan penyakit malaria membutuhkan vektor berupa nyamuk Anopheles yang membawa patogen
penyebab malaria, yaitu Plasmodium.
Di dalam tubuh nyamuk terjadi siklus sporogoni, yaitu siklus
perkembangbiakan parasit menjadi lebih banyak di tubuh nyamuk. Ketika
nyamuk menghisap darah yang mengandung plasmodium pada stadium gametosit
dari manusia yang telah terinfeksi malaria, plasmodium akan memperbanyak
di dalam tubuh nyamuk dan menjadi sporozoit yang selanjutnya dapat
ditularkan melalui gigitan nyamuk ke manusia yang sehat. Setelah sporozoit
memasuki tubuh manusia, sporozoit dapat menginfeksi liver manusia dan
berkembang lebih banyak menjadi skizon. Skizon akan pecah dan mengeluarkan
merozoit yang akan masuk ke aliran darah dan menginfeksi eritrosit.
Merozoit tersebut akan berubah morfologi menjadi tropozoit. Diantara
bentuk tropozoit tersebut ada yang menjadi gametosit, yang nantinya dapat
dihisap lagi oleh nyamuk. Sehingga peranan nyamuk anopheles, vektor
penyakit malaria, dibutuhkan oleh plasmodium, patogen penyebab malaria,
untuk melengkapi siklus hidup dari plasmodium di dalam tubuh nyamuk dan
menularkannya kepada manusia.
Subscribe
For New Post Notifications